habib asyhari

habib asyhari

Hari Rabu dan Kamis tanggal 23 - 24 November 2016, PT. Serasi Autoraya ( SERA ) melakukan CSR di SMKN 6 Malang dengan judul "SERA Mengajar". SERA Mengajar adalah program CSR yang masuk dalam pilar pendidikan Astra Friendly Company yang merupakan wujud komitmen perusahaan untuk mendukung penuh gerakan Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas (IAAB) Astra International. Program ini melibatkan perwakilan dari karyawan, teknisi, dan marketing dari Tracc Malang. Dihadiri sejumlah  250 siswa SMKN 6 Malang dan perwakilan dari guru pengajar Teknik Kendaraan Ringan kegiatan ini diawali dengan pemaparan company profile dari PT. Serasi Autoraya kemudian dilanjutkan dengan pengenalan perawatan dan perbaikan mesim mobil lalu ditutup dengan pemaparan safety riding. Pada pemaparan perawatan mobil dijelaskan oleh teknisi Tracc, yaitu mulai dari jenis oli dan type oli yang digunakan. Disarankan untuk melakukan oli minimal 3 bulan sekali guna menjaga kondisi mesin tetap maksimal. Pergantian oli pun harus dilakukan sesuai prosedur yang benar, tidak boleh asal ganti oli. Oli yang digunakan pun harus sesuai dengan oli yang digunakan sejak awal, karena dikhawatirkan bila terlalu sering gonta ganti merk oli maka mesin akan cepat panas. Setelah pemaparan perawatan mesin mobil selesai lalu dilanjutkan dengan pemaparan safety riding yaitu mengenai rambu - rambu lalu lintas dan aturan ketika berkendara roda 2 dan roda 4. Siswa SMKN 6 Malang menyambut baik kegiatan ini, dengan pengetahuan safety riding banyak siswa yang mengabaikan rambu lalu lintas menjadi tahu dan mematuhi aturan tersebut. Terlebih lagi aturan ini guna menjaga keselamatan di jalan raya agar selalu aman. 

Jum'at, 30 September 2016 - SMKN 6 Malang mengadakan sosialisai biaya pembayaran siswa dengan mengundang wali murid kelas X, XI dan XII. Kegiatan ini dimulai pukul 13.00 wib diawali dengan pemberian sambutan oleh Kepala Sekolah SMKN 6 Malang dan dilanjutkan dengan Wakil Kepala Sekolah. Dra. Dwi Lestari,MM selaku kepsek memberikan sambutan tentang pentinya menabung sampah. Terlebih lagi biaya pendidikan dari tahun ke tahun naik, dikarenakan kebutuhan alat praktek siswa. Setiap siswa mulai dari kelas X, XI , dan XII wajib menabung sampah. Hasil tabungan siswa ini bisa digunakan untuk pembayaran SPP, Kunjungan Industri serta kebutuhan siswa lainnya di bidang pendidikan. Para orang tua siswa menyambut baik program Bank Sampah Aksata, terlebih lagi program ini sangat meringankan beban orang tua siswa. Sampah yang bisa dikumpulkan di Bank Sampah Aksata, antara lain sampah kering dan sampah plastik. Untuk harga perkilo disesuaikan dengan hasil timbangan dan harga di Bank Sampah Kota Malang.

        Terobosan baru dilakukan SMK Negeri 6 Kota Malang. Terutama dalam menyikapi persoalan kebersihan lingkungan dan persoalan keterlambatan pembayaran sumbangan penyelenggara pendidikan (SPP) para siswanya. Berdasarkan catatan yang dimiliki sekolah negeri tersebut, dari 2.612 siswanya rata-rata setiap bulan mampu membayar SPP secara rutin hanya 40%. Kepala SMK Negeri 6 Kota Malang, Dewi Lestari menyebutkan, pelunasan SPP baru akan mencapai sekitar 75% saat dilakukan ujian semester. “Bahkan, pada akhir masa sekolah, selalu terjadi pemutihan penunggakan pembayaran sekolah hingga mencapai 30%,” tuturnya.Selama ini nilai SPP yang diterapkan untuk para siswa paling tinggi mencapai Rp175 ribu/bulan. Agar persoalan penunggakan pembayaran SPP ini tidak sampai mengganggu kegiatan sekolah, Dewi membuat terobosan dengan menghidupkan bank sampah sekolah. Dibantu para guru dan siswa, bank sampah sekolah ini mulai resmi dioperasikan dengan tujuan para siswa bisa menabung, tapi tidak berupa uang tunai. 

        Namun, menabung dengan sampah rumah tangga yang masih bisa dimanfaatkan dan didaur ulang. Tabungan yang terkumpul bisa dimanfaatkan sebagai uang membayar SPP. Saat ini bank sampah sekolah tersebut masih dirintis selama tiga bulan. Hasilnya mulai tampak karena para siswa sangat bersemangat menabung sampah.Bank sampah sekolah di SMK Negeri 6 Kota Malang tersebut diberi nama BS6 Aksata. Sabtu tanggal 30 Oktober Bank Sampah SMKN 6 Malang diresmikan langsung Oleh Kepala Dinas Pendidikan Dra. Zubaidah, MM dan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Malang Drs. Agoes Putranto,MM dan juga Dr. Gamal Albinsaid. Sekolah bekerja sama dengan Bank Sampah Malang (BSM) yang selama beberapa tahun ini sudah berkembang pesat. Sampah-sampah yang dikumpulkan siswa ditimbang lalu dipilah di rumah bank sampah sekolah. Rumah bank sampah sekolah ini didirikan di lahan kosong yang ada di samping sekolah. “Setelah kami pilah, dan kami catat.Seluruhnya kami kirimkan ke BSM,” tutur Dewi.

      Hasil tabungan para siswa ini akan dikelola bank sampah sekolah yang diurus para siswa sendiri dengan bimbingan guru. Uangnya, menurut Dewi, juga akan dimanfaatkan membayar SPP para siswa sehingga tidak ada lagi keluhan keterlambatan pembayaran SPP. Salah seorang siswa SMK Negeri 6 Kota Malang, Vivi Nurhanifah, 16, mengaku terbantu dengan ada bank sampah sekolah ini.“Saya menjadi punya tabungan di sekolah. Paling tidak, saya bisa membantu meringankan beban orang tua,” tuturnya. Dia sudah beberapa kali menabung di bank sampah sekolah. Barang bekas yang dibawanya berupa kardus bekas, buku bekas, serta botol-botol bekas yang didapatkan di rumah atau ditemukan di jalanan.

 

paski3.jpg - 118.60 KB

Jum'at. 27 Mei 2016, Pasukan pengibar bendera (Paskibra) dan Polisi Taruna SMKN 6 Malang bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kota Malang mengadakan diklat guna untuk pembekalan dan pemantapap siswa - siswi terkait semakin tingginya penyalah gunaan obat-obat sembarangan. Selain untuk menularkan ilmu tentang bahaya narkoba, tentunya juga untuk mengtahui bentuk-bentuk narkoba yang sudah mengalami perkembangan. Sehingga nantinya, para siswa bisa berhati - hati dan tidak terjerumus oleh narkoba. Diharapkan ketika selesainya kegiatan ini, maka siswa - siswi SMKN 6 Malang bebas dari narkoba dan sejenisnya.

paski2.jpg - 109.16 KB

 

Page 1 of 15
Designed by Girisa Teknologi