habib asyhari

habib asyhari

        Terobosan baru dilakukan SMK Negeri 6 Kota Malang. Terutama dalam menyikapi persoalan kebersihan lingkungan dan persoalan keterlambatan pembayaran sumbangan penyelenggara pendidikan (SPP) para siswanya. Berdasarkan catatan yang dimiliki sekolah negeri tersebut, dari 2.612 siswanya rata-rata setiap bulan mampu membayar SPP secara rutin hanya 40%. Kepala SMK Negeri 6 Kota Malang, Dewi Lestari menyebutkan, pelunasan SPP baru akan mencapai sekitar 75% saat dilakukan ujian semester. “Bahkan, pada akhir masa sekolah, selalu terjadi pemutihan penunggakan pembayaran sekolah hingga mencapai 30%,” tuturnya.Selama ini nilai SPP yang diterapkan untuk para siswa paling tinggi mencapai Rp175 ribu/bulan. Agar persoalan penunggakan pembayaran SPP ini tidak sampai mengganggu kegiatan sekolah, Dewi membuat terobosan dengan menghidupkan bank sampah sekolah. Dibantu para guru dan siswa, bank sampah sekolah ini mulai resmi dioperasikan dengan tujuan para siswa bisa menabung, tapi tidak berupa uang tunai. 

        Namun, menabung dengan sampah rumah tangga yang masih bisa dimanfaatkan dan didaur ulang. Tabungan yang terkumpul bisa dimanfaatkan sebagai uang membayar SPP. Saat ini bank sampah sekolah tersebut masih dirintis selama tiga bulan. Hasilnya mulai tampak karena para siswa sangat bersemangat menabung sampah.Bank sampah sekolah di SMK Negeri 6 Kota Malang tersebut diberi nama BS6 Aksata. Sabtu tanggal 30 Oktober Bank Sampah SMKN 6 Malang diresmikan langsung Oleh Kepala Dinas Pendidikan Dra. Zubaidah, MM dan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Malang Drs. Agoes Putranto,MM dan juga Dr. Gamal Albinsaid. Sekolah bekerja sama dengan Bank Sampah Malang (BSM) yang selama beberapa tahun ini sudah berkembang pesat. Sampah-sampah yang dikumpulkan siswa ditimbang lalu dipilah di rumah bank sampah sekolah. Rumah bank sampah sekolah ini didirikan di lahan kosong yang ada di samping sekolah. “Setelah kami pilah, dan kami catat.Seluruhnya kami kirimkan ke BSM,” tutur Dewi.

      Hasil tabungan para siswa ini akan dikelola bank sampah sekolah yang diurus para siswa sendiri dengan bimbingan guru. Uangnya, menurut Dewi, juga akan dimanfaatkan membayar SPP para siswa sehingga tidak ada lagi keluhan keterlambatan pembayaran SPP. Salah seorang siswa SMK Negeri 6 Kota Malang, Vivi Nurhanifah, 16, mengaku terbantu dengan ada bank sampah sekolah ini.“Saya menjadi punya tabungan di sekolah. Paling tidak, saya bisa membantu meringankan beban orang tua,” tuturnya. Dia sudah beberapa kali menabung di bank sampah sekolah. Barang bekas yang dibawanya berupa kardus bekas, buku bekas, serta botol-botol bekas yang didapatkan di rumah atau ditemukan di jalanan.

 

paski3.jpg - 118.60 KB

Jum'at. 27 Mei 2016, Pasukan pengibar bendera (Paskibra) dan Polisi Taruna SMKN 6 Malang bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kota Malang mengadakan diklat guna untuk pembekalan dan pemantapap siswa - siswi terkait semakin tingginya penyalah gunaan obat-obat sembarangan. Selain untuk menularkan ilmu tentang bahaya narkoba, tentunya juga untuk mengtahui bentuk-bentuk narkoba yang sudah mengalami perkembangan. Sehingga nantinya, para siswa bisa berhati - hati dan tidak terjerumus oleh narkoba. Diharapkan ketika selesainya kegiatan ini, maka siswa - siswi SMKN 6 Malang bebas dari narkoba dan sejenisnya.

paski2.jpg - 109.16 KB

 

Tuesday, 03 May 2016 06:50

TATA CARA MELIHAT PENGUMUMAN KELULUSAN

Setiap hari Sabtu, SMKN 6 Malang melaksanakan kegiatan Sekolah Bebas Asap. Dimotori langsung oleh ekstrakurikuler Eco Smart, perlu diketahui bahwa ekstrakurikuller Eco Smart merupakan ekstrakurikuler yang peduli dengan lingkungan dan dibina langsung oleh GIZ Jerman. Tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengurangi polusi udara dan kendaraan bermotor dan hasil pembakaran rokok yang masih sering ditemui di lingkungan sekolah. Selain untuk mengurangi asap dengan adanya SBA, maka seluruh warga sekolahdihimbau untuk peduli dengan lingkungan sekolah. Dalam waktu dekat SMKN 6 Malang juga akan mengikuti kegiatan lingkungan dalam level Asia. Kegiatan tersebut bernama "Eco Asean", dimana seluruh negara - negara Asean berlomba untuk peduli dengan lingkungan. Seluruh kegiatan lomba ini harus sesuai tindakan dan dibuat video menggunakkan bahasa inggris. Mari kita dukung Sekolah Berbasis Asap.

Page 2 of 16
Designed by Girisa Teknologi