habib asyhari

habib asyhari

Wednesday, 30 April 2014 08:11

Lomba Malang Flower Carnival V Tahun 2014

Guyuran hujan deras mewarnai pelaksanaan Malang Flower Carnival (MFC) V dengan start di Simpang Balapan Kota Malang, siang kemarin. Cuaca tak bersahabat itu cukup mengganggu para peserta menampilkan kreasi secara maksimal. Bahkan, sebagian besar para fotografer baik yang berasal dari dalam dan luar kota Malang yang sejak awal hendak mengabadikan even itu pun lebih memilih berteduh demi mengamankan perangkat fotografinya. 
Even yang dihadiri Dirjen Promosi Dalam dan Luar Negeri Kementrian Pariwisata ini dibuka langsung Walikota Malang, H.M. Anton didampingi istri, Umi Farida dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Sri Wahyuningtyas. Usai dibuka, Disbudpar memamerkan 20 kostum yang akan mewakili kota Malang dan Indonesia di Flower Carnival di Berlin Jerman, bulan Juni nanti. Kostum ini diperagakan mahasiswa Himpunan Teknik Industri Universitas Negeri Malang. Peserta lomba terdiri dari tingkat SD, SMP dan SMA/SMK, sebanyak 5 orang perwakilan dari SMKN 6 Malang mengikuti acara tersebut, Salah satu diantaranya mendapatkan Juara Harapan Dua atas nama  Auliana dengan nomor 130. Selain dari bahan jadi, kostum yang digunakan juga berbahan daur ulang dari  kain dan gabus bekas.


 

 

Hari selasa tanggal 22 April 2014 SMKN 6 Malang mengikuti Lomba Sekolah Hijau, Lomba ini diikuti oleh 18 Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan di kota Malang. Tim juri lomba sekolah hijau terdiri dari Jawa Pos, Decofresh, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota malang, dan Move Indonesia. Kriteria Penilaian terdiri dari Penataan Taman, Kebersihan Sekolah, Penggunaan Teknologi Ramah Lingkungan, Penggunaan Produk Sponsor/Pencantuman logo penyelenggara.

Dua sekolah yang sama-sama berstatus Adiwiyata Mandiri ikut bersaing menjadi yang terbaik dalam Lomba Sekolah Hijau. Alhasil, presentasi terbaik pun ditunjukkan dua lembaga pendidikan tersebut dalam penilaian, Keduanya adalah SMAN 10 dan SMKN 6. Kedua sekolah itu sama-sama meraih predikat Adiwiyata Mandiri pada tahun yang sama: 2012. Saat ini, keduanya juga dipimpin kepala sekolah wanita. Niken Asih Santjojo menakhodai SMAN 10, sedangkan Aksihari memimpin SMKN 6.

 

Sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri, tidak perlu guru yang menjelaskan seluk-beluk lingkungan sekolah, tetapi tataran siswa. Kepada dewan juri lomba yang digelar Jawa Pos Radar Malang bersama Decofresh, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemkot Malang, Polres Malang Kota, serta Jade Indopratama itu, para siswa pegiat lingkungan piawai memberikan pemaparan. Mulai dari penataan taman, kebersihan sekolah, hingga penerapan teknologi ramah lingkungan.

 

 SMKN 6 juga begitu. SMKN 6 menunjukkan berbagai kerajinan dari daur ulang sampah. Kemajuan teknologi seperti mobil listrik dan sepeda motor berbahan bakar gas tak ketinggalan dikenalkan kepada juri. Laskar Lingkungan –sebutan bagi siswa pegiat lingkungan di SMKN 6– juga mengajak para juri melihat produksi jamur tiram yang cukup melimpah di sentra budidaya yang berada di bawah rerimbunan pohon jati. ”Komitmen semua bagian, baik guru maupun siswa, yang membuat sekolah ini sangat peduli lingkungan,” kata Aksihari.

 

Hari Senin tanggal 24 Maret 2014 SMKN 6 Malang mengadakan Workshop Metode Pelatihan Eco Mapping, bekerja sama dengan GIZ sebuah organisasi yang peduli dengan lingkungan di bumi. Di sinilah para siswa dan peserta didik diajakan untuk peduli lingkungan, terutama sampah dan polusi udara yang semakin banyak memenuhi sungai - sungai. Padahal sungai tersebut digunakan untuk mandi, mencuci dan minum, belum lagi kendaraan di dunia semakin bertambah, ini sangat memprihantikan sekali apabila kita tidak peduli dengan keadaaan lingkungan. Seharusnya ini harus diimbangi dengan pemanfaatan sampah - sampah dan penanaman 1000 pohon harus digalakan. Oleh karena itu, SMKN 6 Malang membentuk kelompok yakni Laskar Lingkungan, kelompok inilah yang diharapkan untuk bisa mengolah sampah, menghemat energi dan mengurangi polusi di sekitar smkn6 malang.

Hari Rabu dan Kamis Tanggal 19 - 20 Maret 2014 Humas Smk 6 malang bekerja sama dengan guru BK dan Ketua Program Keahlian mengadakan Sosialisasi Pembekalan Praktek Kerja Industri bagi siswa kelas X, agar pada saat mereka prakerin di semester genap nanti tidak ada masalah di Dunia Usaha/ Bengkel.  Praktik kerja industri dilaksanakan selama 6 bulan,kurang lebih ada 13 kelas jumlahnya kurang lebih mencapai 400-an siswa. Wingonggo Among, selaku Waka Humas SMK6 memberikan materi berupa persiapan yang harus dilakukan oleh siswa - siswi, yaitu :

  1. Harus mendaftarkan DU/DI, Bengkel, Perusahaan ke Jurusan dan Humas
  2. Mengumpulkan Surat Pernyataan dan Surat Bebas Tanggungan
  3. Memiliki Buku Jurnal kegiatan selama prakerin

Beliau juga berpesan, jikalau nanti selama praktik kerja kerja industri terdapat masalah segera berkonsultasi dengan pembimbing, guru BK dan Humas, agar masalah tersebut cepat selesai dan ada solusinya

 

Page 12 of 16
Designed by Girisa Teknologi